Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Januari 2013

Abraj Al Bait, bangunan megah disamping Ka'bah



Abraj Al Bait, bangunan megah disamping Ka'bah
Nama Abraj Al-Bait mungkin sudah tak asing lagi bagi mereka yang telah menginjakkan kaki di tanah suci. Pasalnya, Menara Abraj Al-Bait atau juga dikenal sebagai Mecca Royal Hotel Clock Tower, adalah sebuah kompleks bangunan yang populer di Mekkah, Arab Saudi.

Bangunan ini merupakan bagian dari Abdulaziz Endowment Project, yang berusaha untuk memodernisasi kota suci dalam upaya melayani para jamaah haji. Selain itu, kompleks bangunan tersebut juga berhasil memecahkan beberapa rekor dunia, seperti jam tertinggi di dunia dan bangunan dengan lantai terluas sedunia.

Bahkan, kompleks hotel tower telah dinobatkan sebagai gedung tertinggi kedua di dunia pada tahun 2012 - di bawah Burj Khalifa (gedung tertinggi di Dubai) dan melebihi Taipei 101 di Taipei. Disamping itu, letak kompleks hotel ini terbilang sangat strategis karena hanya berjarak beberapa meter dari masjid terbesar di dunia serta situs Islam paling suci, Masjid al Haram.

Pengembang dan kontraktor kompleks tersebut adalah Binladin Saudi Group, perusahaan konstruksi terbesar milik kerajaan Arab. Kompleks ini dibangun setelah penghancuran Benteng Ajyad, peninggalan Kerajaan Ottoman dari abad ke-18 yang berdiri di atas sebuah bukit yang menghadap ke Masjidil Haram.

Bagi Anda yang ingin melihat kemegahan menara Abraj Al-Bait, situs kompleks tersebut terletak di seberang jalan ke arah selatan pintu masuk Masjidil Haram. Untuk mengakomodasi para jamaah haji yang ingin mengunjungi Ka'bah, menara setinggi 601 meter ini memiliki ruang doa besar yang mampu menampung lebih dari 10.000 jamaah.

Abraj Al-Bait juga memiliki sebuah hotel bintang lima, yang dioperasikan oleh Fairmont Hotels and Resorts. Hotel ini menyediakan penginapan bagi jutaan jamaah haji yang melakukan perjalanan ke Mekah setiap tahunnya.

Kolam renang zaman Belanda ditemukan di Surabaya

Kolam renang zaman Belanda ditemukan di SurabayaTim Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur menemukan situs cagar budaya berupa kolam renang peninggalan zaman Belanda di halaman kediaman wali kota Surabaya di Jalan Sedap Malam.

Dikutip dari Antara, Rabu (23/1), penjaga kediaman wali kota Surabaya, Sudarmaji mengatakan, beberapa waktu lalu ada yang menemukan sebuah situs budaya itu kemudian dilaporkan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya Jatim.

"Pada 12 Januari tim dari balai pelestarian datang dan melakukan penggalian pada sekitar lima titik di halaman kediaman. Tepatnya, di bawah pohon beringin di kediaman," kata Sudarmaji.

Menurut dia, situs cagar budaya seluas 10 x 8 meter itu ditemukan di kedalaman 1,5 meter. Bahkan, Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya Jatim juga menemukan keramik yang diprediksi berasal dari zaman Ching abad 18 dan sebuah besi berbentuk tongkat bisbol yang belum diketahui fungsinya.

Atas penemuan itu, Kepala Kelompok Kerja Dokumentasi Balai Pelestarian Cagar Budaya Jatim Ni Ketut Wardhani mengakui bahwa pihaknya telah melakukan penggalian di lokasi tersebut hampir satu minggu ini.

Hasilnya, ditemukan sebuah konstruksi bangunan yang terbuat dari beton dan diperkirakan dari tahun 1925-1930, keramik zaman Ching abad 18, dan besi berbentuk tongkat bisbol.

"Temuan itu hingga saat ini masih dipelajari," ujar Wardhani.

Dia memperkirakan ada dua kemungkinan untuk konstruksi beton tersebut yakni, kolam renang zaman Belanda atau malah merupakan konstruksi pengendali banjir.

"Kalau saya lebih condong ke konstruksi pengendali banjir," katanya.

Soal keramik zaman Ching dan besi berbentuk bisbol, dia belum bisa memprediksi apa fungsinya. Menurut dia, pihaknya akan menyelidiki lebih lanjut temuan tersebut.

"Kami periksa terlebih dulu," jelasnya.

Menurut dia, ada kemungkinan pihaknya akan kembali melakukan penggalian di kediaman wali kota tersebut sebab kemungkinan masih terdapat banyak benda cagar budaya yang tertimbun di rumah itu.

Labels